Langsung ke konten utama

Masker dan Covid - 19.


Sejak pertama kali di umumkan, jumlah penderita Covid - 19 semakin hari semakin banyak. Hingga 24 April 2020 lalu, jumlah penderita Covid - 19 sudah mencapai 2,7 juta orang di seluruh dunia. Di Indonesia sendiri jumlahnya sudah mencapai 7ribuan penderita, jumlah ini mungkin akan terus bertambah. Hal ini memicu adanya kelangkaan beberapa produk seperti masker, sabun antibacterial, hand sanitizer, vitamin dan bahkan rempah - rempah. Lebih lanjut terkait masker, pemerintah menganjurkan untuk seluruh warga menggunakan masker ketika ke luar rumah. Namun di lapangan, masker medis sangat langka bahkan tenaga medispun kekurangan akibat penimbunan yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.   
Musuh terbesar kita sekarang bukan virus(corona) itu sendiri. Tetapi ketakutan, rumor, kabar bohong, dan prasangka. Sementara modal terbesar kita adalah fakta, akal, dan solidaritas -- Dr Tedros Adhanom 

Pada tanggal 6 April 2020 lalu, WHO mengeluarkan pedoman sementara Anjuran Mengenai Penggunaan Masker dalam konteks Covid -19, yang intinya kurang lebih WHO mengijinkan penggunaan masker kain (non medis) oleh masyarakat untuk mencegah penyebaran Covid -19. WHO menekankan penggunaan masker medis dan respirator harus di prioritaskan bagi tenaga kesehatan. Akan tetapi penggunaan masker non medis juga harus mempertimbangkan beberapa hal antara lain :
  1. jumlah lapisan tissu
  2. kemudahan bernafas pengguna masker dari bahan yang dipakai sebagai masker
  3. sifat kedap air 
  4. bentuk masker
  5. kesesuaian ukuran masker.
Berikut cara yang tepat dalam penggunaan masker sesuai dengan standar WHO
  1. Tempatkan masker dengan hati - hati dan menutup hidung dan mulut dengan sempurna.
  2. Pastikan untuk tidak menyentuh permukaan masker selaa di pakai. 
  3. Lepaskan masker dari belakang, ingat jangan sentuh permukaan depannya !
  4. Setelah melepaskan masker, cuci tangan dengan sabun dan air mengalir
  5. Segera ganti masker apabila sudah lembab dan gantikan dengan masker yang kering
  6. Jangan gunakan kembali masker sekali pakai dan segera buang setelah masker dilepaskan.
Dan puji Tuhan, setelah pedoman ini keluar dan diumumkan oleh pemerintah, kita sudah tidak perlu pusing - pusing lagi mencari masker medis yang langka.




Referensi 

  1. Pedoman Sementara Anjuran Mengenai Penggunaan Masker dalam Konteks Covid - 19
  2. https://geotimes.co.id/opini/penimbunan-masker-ideologi-kompetisi-hingga-krisis-empati/
  3. https://tirto.id/panic-buying-dan-dampaknya-terhadap-ekonomi-eDDT
  4. https://coronavirus.jhu.edu/covid-19-basics/protecting-your-health

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengalaman Kontrol Kehamilan di RS Hermina Depok

Halo semua ! Setelah lama terdraft sekarang saya mau bercerita tentang pengalaman saya selama cek kehamilan di RS Hermina. Sebelumnya saya cekkehamilan di RS HGA di Depok dengan pertimbangan lebih dekat dari rumah, tetapi karena merasa kurang nyaman maka saya memutuskan untuk pindah ke RS Hermina. Selama hamil saya rasa perlu banget untuk mencari dokter dan rumah sakit yang nyaman (dengan harga yang sesuai dengan kantong tentunya).

MOM TO BE (PART II) KONTROL DI RS HGA DEPOK

Halo Hai ! Aku mau bercerita tentang Kontrol pertama di RS Hasanah Graha Afiah (HGA). Kenapa di RS itu, karena deket dari rumah. Terus baca - baca tentang antrian di Hermina yang rumornya di dokter tertentu harus ambil antrian 2 minggu sebelumnya (nanti aku cerita di blog berikutnya ya) maka kami memilih untuk ke RS HGA di Sukmajaya. RS HGA ini punya merupakan salah satu RS Swasta di Depok. RS ini mempunyai fasilitas yang cukup lengkap. Dokter yang praktek disini juga banyak dokter dokter senior.

Tips Memilih Dokter Kandungan

Halo Mom ! Halah gegayaan pake mom - mom segala ! Saya mau share nih tips memilih dokter kandungan versi saya, buat mommies yang baca bila ada tips lainnya boleh banget dishare di kolom komentar ya ! ☺️  Selama kehamilan ini, saya sudah pernah konsultasi di 3 dokter kandungan yang berbeda. Dokter pertama kali aku cek adalah Dokter Iwan Heryawan, kemudian Dokter Maman Hilman di RS HGA (baca : Kontrol di RS HGA Depok), dan sekarang sudah berlangganan di dokter Nelwati di RS Hermina Depok (baca: Pengalaman Kontrol Kehamilan di RS Hermina Depok) Kenapa kok ganti - ganti ? Yaaa karena saya milih mana yang paling nyaman buat saya. Eh tunggu dulu, saya nggak bilang dokter - dokter yang sebelumnya tidak bagus lho yaa.. Sebelum saya memutuskan untuk ke dokter tersebut saya pun sudah melakukan research terlebih dahulu, dan beberapa orang menyatakan bahwa dokter ini termasuk dokter yang enak diajak konsultasi. Jadi semua kembali kepada PREFERENSI.