Langsung ke konten utama

5 Perlengkapan Pumping di Kantor


Halo semua, setelah beristirahat lumayan lama akhirnya aku balik lagi dengan menyandang predikat baru. Sekarang sudah sah jadi “ibu menyusui” (uwuuuw). Mon maap anaknya heboh. Sebenernya sudah ngantor dari beberapa bulan lalu, tapi baru sempet nulis lagi. Ditengah pendemi, jadi ada waktu luang buat nulis nulis blog lagi. 

Rempong ! Satu kata yang bener bener menggambarkan aku saat ini. Ke kantor menggunakan transportasi umum dengan membawa seperangkat alat pumping dan laptop rasanya.. beuh biasa aja sih. Banyak juga yang begini. Hahaha . Lalu apa saja sih yang saya bawa didalam tas asip saya ? 

Pompa Asi 

Pompa asi yang saya pakai merk Spectra tipe 9+. Pompa asi ini tampaknya paling banyak digunakan oleh ibu ibu kantoran karena ringkas, ringan, dan powerful. Ukurannya yang kecil  dan built in battery sangat cocok dibawa untuk bepergian. Untuk pompa asi ini sudah dilengkapi 2 botol dengan seperangkat aksesorisnya. Saya pribadi menggunakan handsfree untuk memudahkan pumping.

  

Apron menyusui

Apron ini gunanya buat jadi tirai pas pumping dan menyusui langsung. Apron ini relatif mudah didapat baik di toko offline, maupun berbagai e - commerce, favorit saya di Lazada . Di Lazada menawarkan banyak diskon dan gratis ongkir lhoo ..


Kantong asip, Ice gel + spidol 

Biar ringkes saya pake kantong asip, ngurangin beban juga sih secara kan botol asip juga berat dan makan tempat. Spidolll itu penting ya buibuu, jangan sampe ketinggalan. Gunanya buat nandain waktu kapan asi ini di perah. Kenapa nggak pake bolpen ? Ya kan pake plastik susah tau nulisin di plastik. Untuk merk kantong ASIP yang sering aku pakai Gabag, Natural Mom, Little Baby, Baa Baa, Natur, dan Sun Mom. 
Buat Ice gel aku biasa bawa 2 biji ukuran besar merk Gabag, ice gel ini tahan diklaim dapat bertahan 16 jam untuk menyimpan ASIP. Jujur, aku sendiri belum pernah lebih dari 10 jam sih, tapi sejauh ini aman dan sampai rumah masih dingin dan beku. Moms bisa gunakan merk lainnya untuk ice gelnya.

Alat sterilisasi botol 

Nah ini yang agak panjang pembahasannya. Awalnya saya agak bingung, ini harus gimana bersihin botol dan sterilin botolnya, idealnya paling tidak 3kali pumping di kantor. Kebiasaan di rumah, setelah pumping saya langsung mencuci kemudian saya sterilkan dengan menggunakan Upang.

Via : Google Image

Lalu bagaiamana saya harus sterilkan botol ? Ada beberapa alternatif

  1. Membawa lebih dari 1 botol dan corong perah, kelemahannya adalah terlalu banyak bawaan. Untuk ibu - ibu pengguna angkutan umum tentu ini akan kurang nyaman. 
  2. Meletakan botol dan corong perah dalam box tertutup di kulkas setelah pumping 
  3. Menggunakan alat sterilisasi portable.
Dari ketiga alternatif diatas, saya memilih untuk membawa alat sterilisasi portable, selain membawa sabun dan spons cuci sendiri, saya menggunakan Dr Brown Microwave Steam Sterilizer Bag. Cara menggunakannya cukup simple

  1. Tuangkan air panas 60ml ke dalam steril bag, agar botol dan perlengkapannya nggak kesiram air panas
  2. Masukan seperangkat botol
  3. Tutup kantongnya dan diamkan selama 5 menit 
  4. Buang air melalui lubang kecil di samping kantong terus di pindah ke dying rack. Btw ambil botolnya pakai capitan ya, kecuali kalo moms udah pernah masuk Limbad Academy




dokumentasi pribadi 
Tapi, berhubung namanya Microwave Steam Sterilizer nggak afdol kan kalau nggak nyoba pakai microwave! Yak caranya sama simple nya dengan cara pertama, setelah botol perah d bersihkan, masukan botol dan air dingin ± 60 ml ke dalam kantong. Kemudian masukan kantong sterilizer ke dalam microwave dan set waktunya. Ada 3 jenis setting waktu tergantung sama watt microwavenya 
a. 1,5 menit untuk 1100W
b. 3 menit untuk 800-1100 W
c. 5 menit untuk 500 - 750 W

Oia, Microwave Steam Sterilizer  ini ada batas penggunaan yaa.. Maksimal 20 kali pakai! Gak perlu bingung nandainnya gimana, ada checklist box di belakang bungkus.


See .. berikut tadi barang bawaan di tas ASIPku.
Kalau moms ada masukan boleh banget lhoo tulis di kolom komen ! See you next post !

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengalaman Kontrol Kehamilan di RS Hermina Depok

Halo semua ! Setelah lama terdraft sekarang saya mau bercerita tentang pengalaman saya selama cek kehamilan di RS Hermina. Sebelumnya saya cekkehamilan di RS HGA di Depok dengan pertimbangan lebih dekat dari rumah, tetapi karena merasa kurang nyaman maka saya memutuskan untuk pindah ke RS Hermina. Selama hamil saya rasa perlu banget untuk mencari dokter dan rumah sakit yang nyaman (dengan harga yang sesuai dengan kantong tentunya).

MOM TO BE (PART II) KONTROL DI RS HGA DEPOK

Halo Hai ! Aku mau bercerita tentang Kontrol pertama di RS Hasanah Graha Afiah (HGA). Kenapa di RS itu, karena deket dari rumah. Terus baca - baca tentang antrian di Hermina yang rumornya di dokter tertentu harus ambil antrian 2 minggu sebelumnya (nanti aku cerita di blog berikutnya ya) maka kami memilih untuk ke RS HGA di Sukmajaya. RS HGA ini punya merupakan salah satu RS Swasta di Depok. RS ini mempunyai fasilitas yang cukup lengkap. Dokter yang praktek disini juga banyak dokter dokter senior.

Tips Memilih Dokter Kandungan

Halo Mom ! Halah gegayaan pake mom - mom segala ! Saya mau share nih tips memilih dokter kandungan versi saya, buat mommies yang baca bila ada tips lainnya boleh banget dishare di kolom komentar ya ! ☺️  Selama kehamilan ini, saya sudah pernah konsultasi di 3 dokter kandungan yang berbeda. Dokter pertama kali aku cek adalah Dokter Iwan Heryawan, kemudian Dokter Maman Hilman di RS HGA (baca : Kontrol di RS HGA Depok), dan sekarang sudah berlangganan di dokter Nelwati di RS Hermina Depok (baca: Pengalaman Kontrol Kehamilan di RS Hermina Depok) Kenapa kok ganti - ganti ? Yaaa karena saya milih mana yang paling nyaman buat saya. Eh tunggu dulu, saya nggak bilang dokter - dokter yang sebelumnya tidak bagus lho yaa.. Sebelum saya memutuskan untuk ke dokter tersebut saya pun sudah melakukan research terlebih dahulu, dan beberapa orang menyatakan bahwa dokter ini termasuk dokter yang enak diajak konsultasi. Jadi semua kembali kepada PREFERENSI.