Langsung ke konten utama

JUST A STORY (PART 1)

Ulala .. aku mau bikin segmen baru ini tentang percakapan aneh aku sama suami yang kadang kalo di ceritain bikin malu. wkwk karena aku dan suami adalah tipe orang yang malu maluin. Hampir semacem Aiden's Story nya mba Gesi. 

#1 Valentine's Day

via giphy

Suami bukanlah pria yang peka apalagi romantis, sehingga pada tanggal 14 Februari kemarin tidak ada cokelat atau bunga. Kalau aku tidak minta ya tidak akan ada inisiatif membelikan, tapi ini tidak berlaku ketika kami masih pacaran. Setiap kali dia apel dia sering membawakan saya bunga atau cokelat. 

Suami : (scrolling instragram feed) Yang, aku orangnya romantis nggak ?
Saya   : Enggak. Peka juga enggak. Palentenan kamu nggak kasih aku bunga apa cokelat ?
Suami : Yaudah nanti keluar, beli bunga apa cokelat bareng - bareng. 
Saya   : Yah mana ada begitu, harusnya surprise dong kayak yang lain.
Suami : (jalan ke dapur) Tapi aku mager sih. Emang di rumah nggak ada cokelat apa gitu di kulkas? Eh ini ada ceres coklat.
Via Tenor


Menurut ngana ? 


#2 Ulang Tahun 

Via Tenor

Tanggal 15 Februari adalah ulang tahun suami, karena keteledoran saya siang itu tanggal 14 lupa belum membeli kue ulang tahun padahal saya sudah membeli balon dan lilin. Suami sepertinya sudah berekspektasi saya memberi kejutan seperti tahun - tahun sebelumnya. Sehingga setiap kali saya keluar kamar, dia selalu mencegah. Sampai akhirnya sekitar pukul 23.55 saya keluar dengan alasan untuk ke kamar mandi, sambil berusaha menyalakan lilin. Di rumah kami tidak mempunyai korek api, sehingga saya harus menyalakan lilin dengan kompor. 
Suami : (membuka pintu kamar) Eh Yang, malem – malem jangan mainan api.
Saya   : (kaget kertas untuk menyalakan lilin terlempar sambil tertawa ngakak)
Suami : Sini peluk dulu (memeluk) Aku udah pura – pura tidur lho, kamu malah cetek – cetek nyalain kompor kenceng lagi.
Saya   :  (masih ngakak ngakak)
Suami : Yauda, ini surprise buat yang di kamar ya ? (sambil bawa lilin ke kamar) Ayo di kagetin.
Saya    : Iya surprise buat Suami. (masih sambil ngakak – ngakak) 
Via Tenor
Akhirnya acara tiup lilin berjalan dengan lancar. Sungguh malam ulang tahun yang garing. Hahahaha 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengalaman Kontrol Kehamilan di RS Hermina Depok

Halo semua ! Setelah lama terdraft sekarang saya mau bercerita tentang pengalaman saya selama cek kehamilan di RS Hermina. Sebelumnya saya cekkehamilan di RS HGA di Depok dengan pertimbangan lebih dekat dari rumah, tetapi karena merasa kurang nyaman maka saya memutuskan untuk pindah ke RS Hermina. Selama hamil saya rasa perlu banget untuk mencari dokter dan rumah sakit yang nyaman (dengan harga yang sesuai dengan kantong tentunya).

MOM TO BE (PART II) KONTROL DI RS HGA DEPOK

Halo Hai ! Aku mau bercerita tentang Kontrol pertama di RS Hasanah Graha Afiah (HGA). Kenapa di RS itu, karena deket dari rumah. Terus baca - baca tentang antrian di Hermina yang rumornya di dokter tertentu harus ambil antrian 2 minggu sebelumnya (nanti aku cerita di blog berikutnya ya) maka kami memilih untuk ke RS HGA di Sukmajaya. RS HGA ini punya merupakan salah satu RS Swasta di Depok. RS ini mempunyai fasilitas yang cukup lengkap. Dokter yang praktek disini juga banyak dokter dokter senior.

Tips Memilih Dokter Kandungan

Halo Mom ! Halah gegayaan pake mom - mom segala ! Saya mau share nih tips memilih dokter kandungan versi saya, buat mommies yang baca bila ada tips lainnya boleh banget dishare di kolom komentar ya ! ☺️  Selama kehamilan ini, saya sudah pernah konsultasi di 3 dokter kandungan yang berbeda. Dokter pertama kali aku cek adalah Dokter Iwan Heryawan, kemudian Dokter Maman Hilman di RS HGA (baca : Kontrol di RS HGA Depok), dan sekarang sudah berlangganan di dokter Nelwati di RS Hermina Depok (baca: Pengalaman Kontrol Kehamilan di RS Hermina Depok) Kenapa kok ganti - ganti ? Yaaa karena saya milih mana yang paling nyaman buat saya. Eh tunggu dulu, saya nggak bilang dokter - dokter yang sebelumnya tidak bagus lho yaa.. Sebelum saya memutuskan untuk ke dokter tersebut saya pun sudah melakukan research terlebih dahulu, dan beberapa orang menyatakan bahwa dokter ini termasuk dokter yang enak diajak konsultasi. Jadi semua kembali kepada PREFERENSI.