Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2019

JUST A STORY (PART 1)

Ulala .. aku mau bikin segmen baru ini tentang percakapan aneh aku sama suami yang kadang kalo di ceritain bikin malu. wkwk karena aku dan suami adalah tipe orang yang malu maluin. Hampir semacem Aiden's Story nya mba Gesi.  #1 Valentine's Day
Suami bukanlah pria yang peka apalagi romantis, sehingga pada tanggal 14 Februari kemarin tidak ada cokelat atau bunga. Kalau aku tidak minta ya tidak akan ada inisiatif membelikan, tapi ini tidak berlaku ketika kami masih pacaran. Setiap kali dia apel dia sering membawakan saya bunga atau cokelat. 

Suami: (scrolling instragram feed) Yang, aku orangnya romantis nggak ? Saya: Enggak. Peka juga enggak. Palentenan kamu nggak kasih aku bunga apa cokelat ?

Pengalaman Kontrol Kehamilan di RS Hermina Depok

Halo semua ! Setelah lama terdraft sekarang saya mau bercerita tentang pengalaman saya selama cek kehamilan di RS Hermina. Sebelumnya saya cekkehamilan di RS HGA di Depok dengan pertimbangan lebih dekat dari rumah, tetapi karena merasa kurang nyaman maka saya memutuskan untuk pindah ke RS Hermina. Selama hamil saya rasa perlu banget untuk mencari dokter dan rumah sakit yang nyaman (dengan harga yang sesuai dengan kantong tentunya).

Pendarahan dan Flek di Usia Kehamilan 13 Minggu

Pada blog – blog sebelumnya saya bercerita tentang masa kehamilan di usia awal, yang konon kataya risiko pendarahan dan keguguran lebih besar. Pengalaman saya berikut ini justru saya alami di minggu ke 13 kehamilan, setelah seminggu sebelumnya dokter saya bilang sepertinya saya sudah tidak memerlukan lagi penguat kandungan karena kondisi janin dan ibu baik, selain itu mahal juga pil penguat kandungan itu.
Cerita berawal dari ketika hari itu saya punya jadwal kuliah full dari pagi hingga malam, dengan desakan tugas – tugas kuliah sebelum UAS nampaknya saya agak kelelahan tetapi saya abaikan. Karena absen sudah jebol, saya sudah tidak mungkin untuk membolos lagi. Siang itu saya masih punya waktu tunggu di kampus selama sekitar 5 jam, karena jarak rumah yang harus ditempuh sekali keberangkatan adalah 2 jam maka saya putuskan untuk stay di kampus. Pada saat itu saya merasa sepertinya saya perlu tidur sambil merebahkan diri, karena saya seharian merasa pusing dan keringat dingin.

Etika Menggunakan Transportasi Publik

Bagi masyarakat yang tinggal di daerah suburban, perjalanan setiap hari dengan kereta komuter menjadi salah satu alternatif perjalanan. Berdesak-desakan pun tak mengapa, asalkan badan terangkut untuk beraktivitas di pusat kota. Memang, dengan semakin macetnya jalanan, orang lebih memilih untuk menggunakan kereta komuter karena dianggap lebih pasti jam kedatangan dan keberangkatannya. Sebutlah saya tinggal di Depok dan bekerja dan kuliah di Jakarta, rutinitas setiap hari adalah bergulat dengan desak - desakan di kereta atau memilih untuk bermacet - macetan di jalan tol asalkan sampai di tujuan dengan selamat dan nggak terlambat.  Sewaktu belum hamil, mau sepadat apapun kalau sudah mepet waktunya ya saya berjuang dengan sekuat tenaga biar bisa terangkut KRL. Walaupun demikian saya tetap menjunjung tinggi etika naik KRL dimana memprioritaskan ibu hamil, ibu membawa anak, lansia, dan penyandang disabilitas untuk duduk di bangku baik prioritas maupun non prioritas. Tetapi setelah hamil ini …