Langsung ke konten utama

Pillow Talk dengan Suami

Dua hari lalu aku ngobrol sama suami sambil pijetan. Suami ini termasuk jarang cerita bener bener apa yang doi rasain. Semasa pacaran dia pernah bilang sama aku, kalo nggak mau bikin pikiran orang lain. Jadi kalau kenapa kenapa ya suami harus didedes dedes (introgasi) dulu buat cerita. Sekarang lebih sering cerita sih, tapi pastinya aku yang awalnya kebanyakan omong cerita ngalor ngidul. 
Jujur, kehamilan pertama ini nggak cuman bawa kebahagiaan tapi juga kecemasan dan kelelahan bagi kami berdua. Terutama suami sih, ditengah kerjaannya yang makin banyak di kantor, dia masih berbaik hati sekali pada aku. Mau memaklumi hal hal aneh yang aku lakukan selama kehamilan. Memaklumi aku yang semakin hari semakin teledor. 
Source : Giphy


Aku: Yang, apa yang kamu rasain pas tahu aku hamil? Jangan jangan biasa aja ­čśî
Suami  : iya sih biasa aja. Hehehehe
Aku : Lah tenan e ?
Suami : Ya campur aduk, ya seneng, ya bimbang apakah aku benar benar siap buat punya anak.
Aku : sama, pas kemarin kemarin belum hamil aku selalu mikir aku kuat, aku udah banyak baca teori, udah mulai siapkan buat lahiran tapi setelah hamil kok makin takut. Takut nanti ngajarin anak gimana yang baik, takut lahiran, takut nyekolahin anak biayanya berapa nanti. Walaupun aku percaya ini bocah udah bawa rejekinya sendiri sih. (Nah kan malah aku yang nyerocos) apa aku semester depan cuti aja ya yang, ngantor lagi. Biar kita punya tambahan buat lahiran nanti.
Suami : (yang ternyata malah main mobil lejen) Emang boleh ? Kamu tanya kantor sama kampus dulu.
Aku : (meluk suami) bapak yang sehat dan kuat  ya, we can do it (ala ala layla mobillejen) kami sayang bapakkk 

Sepenggal cerita di atas diambil dari kisah nyata, disuatu malam yang nggak dingin banget dan berisi obrolan yang selalu nggantung. Ngga kayak pasangan lain yang kalo ngobrol tuntas ada intisarinya. 
Hal yang sering kita lupa sebagai istri yang sedang hamil adalah suami. Kita kadang terlalu fokus dengan apa yang kita rasakan setiap harinya. Engga semua ibu hamil seperti ini sih, tapi sejauh ini, inilah yang aku rasakan. Suami atau lebih tepatnya calon bapak dari anak anak kita juga punya ketakutannya sendiri. Kebanyakan hal yang di pikirkannya adalah aku sudah siap apa belum nanti punya anak ? Bantu ngurusin anak kayak ganti popok, gendong, main sama anak gimana ya ? Nanti aku bisa mencukupi semua kebutuhan anakku nggak ya ? Gimana sex life ku nanti ya, bakal sering nganggur dong ? Dan masih banyak lagi.
Source : Giphy


Seperti yang aku baca di jurnal Nurse and Care berjudul Fathers' Feelings and Experiences during Pregnancy and Childbirth: A Qualitative Study yang ditulis oleh Anette Ekstr├Âm, Kristina Arvidsson, Malin Falkenstr├Âm and Stina Thorstensson mengatakan bahwa para ayah merasa excluded dan insecure terhadap kehamilan dan persalinan, sedangkan dukungan medis/profesional terkait hal ini  kurang memadai. Apa sih yang dirasain ? Coba kita lihat ditabel di bawah ini
Nah ini bisa jadi concern kita sebagai istri untuk dari awal aware terhadap father's feeling ini. Iya sih, hamil aja udah berat boo masih disuruh mikir suami.Kalau mau realistis sebagai istri kita nggak mungkin handle semua. Nggak bisa jadi ibu peri yang selalu iya iya atau bersikap manis ke suami setiap saat. Dan hal yang tidak boleh kita lakuin adalah berekspektasi terlalu banyak sama suami doi mau dan bisa menghandle anak kita. Maksud aku adalah melibatkan suami dalam kehamilan, bersama - sama bekerja sama untuk membangun self esteem dan komunikasi yang baik untuk jadi orang tua yang penuh dengan vibes yang positif dalam menantikan kelahiran buah hati.  Hahaha teori mah susah, aku juga masih belajar. Gak ngerti deh entaran gimana, yang pasti sekarang ini yang aku jalani bersama suami. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengalaman Kontrol Kehamilan di RS Hermina Depok

Via Google Halo semua ! Setelah lama terdraft sekarang saya mau bercerita tentang pengalaman saya selama cek kehamilan di RS Hermina. Sebelumnya saya cekkehamilan di RS HGA di Depok dengan pertimbangan lebih dekat dari rumah, tetapi karena merasa kurang nyaman maka saya memutuskan untuk pindah ke RS Hermina. Selama hamil saya rasa perlu banget untuk mencari dokter dan rumah sakit yang nyaman (dengan harga yang sesuai dengan kantong tentunya).

MOM TO BE (PART II) KONTROL DI RS HGA DEPOK

Halo Hai ! Aku mau bercerita tentang Kontrol pertama di RS Hasanah Graha Afiah (HGA). Kenapa di RS itu, karena deket dari rumah. Terus baca - baca tentang antrian di Hermina yang rumornya di dokter tertentu harus ambil antrian 2 minggu sebelumnya (nanti aku cerita di blog berikutnya ya) maka kami memilih untuk ke RS HGA di Sukmajaya . Via Google RS HGA ini punya merupakan salah satu RS Swasta di Depok. RS ini mempunyai fasilitas yang cukup lengkap. Dokter yang praktek disini juga banyak dokter dokter senior.

Tips Memilih Dokter Kandungan

Halo Mom ! Halah gegayaan pake mom - mom segala ! Saya mau share nih tips memilih dokter kandungan versi saya, buat mommies yang baca bila ada tips lainnya boleh banget dishare di kolom komentar ya ! ☺️  Selama kehamilan ini, saya sudah pernah konsultasi di 3 dokter kandungan yang berbeda. Dokter pertama kali aku cek adalah Dokter Iwan Heryawan, kemudian Dokter Maman Hilman di RS HGA (baca : Kontrol di RS HGA Depok ), dan sekarang sudah berlangganan di dokter Nelwati di RS Hermina Depok (baca: Pengalaman Kontrol Kehamilan di RS Hermina Depok ) Kenapa kok ganti - ganti ? Yaaa karena saya milih mana yang paling nyaman buat saya. Eh tunggu dulu, saya nggak bilang dokter - dokter yang sebelumnya tidak bagus lho yaa.. Sebelum saya memutuskan untuk ke dokter tersebut saya pun sudah melakukan research terlebih dahulu, dan beberapa orang menyatakan bahwa dokter ini termasuk dokter yang enak diajak konsultasi. Jadi semua kembali kepada PREFERENSI.