Langsung ke konten utama

Tips Memilih Dokter Kandungan

Halo Mom ! Halah gegayaan pake mom - mom segala ! Saya mau share nih tips memilih dokter kandungan versi saya, buat mommies yang baca bila ada tips lainnya boleh banget dishare di kolom komentar ya ! ☺️ 
Selama kehamilan ini, saya sudah pernah konsultasi di 3 dokter kandungan yang berbeda. Dokter pertama kali aku cek adalah Dokter Iwan Heryawan, kemudian Dokter Maman Hilman di RS HGA (baca : Kontrol di RS HGA Depok), dan sekarang sudah berlangganan di dokter Nelwati di RS Hermina Depok (baca: Pengalaman Kontrol Kehamilan di RS Hermina Depok) Kenapa kok ganti - ganti ? Yaaa karena saya milih mana yang paling nyaman buat saya. Eh tunggu dulu, saya nggak bilang dokter - dokter yang sebelumnya tidak bagus lho yaa.. Sebelum saya memutuskan untuk ke dokter tersebut saya pun sudah melakukan research terlebih dahulu, dan beberapa orang menyatakan bahwa dokter ini termasuk dokter yang enak diajak konsultasi. Jadi semua kembali kepada PREFERENSI.

Mencari dokter kandungan ibarat mencari teman, karena kepada beliaulah nantinya kita akan berkeluh kesah, nunjukin bagian - bagian tersembunyi kita (ah elah apaan). Maka kalau menurut saya kita perlu cari senyaman mungkin dan sepaham dengan kita. Gak enak kan kalau misalnya kita konsultasi tapi malah bikin parnoan sama diri sendiri. Berikut ini adalah tips - tips versi saya dalam memilih dokter kandungan. Check it out !
  • Tentukan Preferensi
Ini nih yang saya bilang di awal, preferensi. Mau dokter yang cowok atau yang cewek ? Mau yang junior atau senior ? Mau yang tegas atau ramah ? Tentuin dulu Mom, karena secara nggak langsung akan berpengaruh sama pola pikir dan cara kita menjalani kehamilan kita nantinya. Secara pribadi saya orang yang santai tapi nggak mau cuek - cuek banget. Paling nggak suka kalau di larang - larang tapi juga nggak suka kalau di biar - biarin banget. Jinak - jinak merpatilah (eh btw ini bahas apa), jadi saya akhirnya memilih dokter Nelwati karena sesuai preferensi saya. Setiap pilihan memang tidak ada yang sempurna, misalnya dengan dokter - dokter yang saya pilih di atas mereka tergolong dokter senior, sehingga saya harus rela antri dan berangkat lebih awal untuk mendapat nomor awal setiap kali periksa. Jadi bagi Mom untuk memuaskan hasil pilihan kita, maka tidak ada salahnya Mom untuk membaca tips kedua. 
  • Lakukan Research
Iya mom, bukan cuma thesis saja yang perlu research yang banyak mencari dokter pun perlu research. Eits, tapi kita ngga perlu sampai baca - baca jurnal kok, cukup perbanyak browsing tentang dokter yang sesuai preferensi kita, profilnya kalau perlu, tempat prakteknya, kekurangan dan kelebihannya, yaah Mom bisa kepoin deh tentang dokternya. Selain browsing, Mom juga bisa minta rekomendasi dari teman, atau tetangga sekitar, biasanya kita bisa dapet honest review - nya. 

Via Tenor

  • Cari yang sepemahaman.
Hal ini masih dekat kaitannya dengan preferensi sih, tapi kenapa dalam sub judul sendiri ? Karena kesukaan berbeda dengan pemahaman. wkwkwk. Dari awal kehamilan, saya sudah membulatkan tekad untuk bisa lahiran secara normal, jadi saya cari dokter yang pro - normal. Ini penting mom, untuk mengurangi intervensi yang tidak perlu saat menjelang kelahiran, yang artinya ngurang - ngurangin biaya pas ntar lahiran. Sebenernya itu motivasi utamaku lahiran normal, lebih ringan biayanya. Hahahahahh
  • Pilih Dokter yang Komunikatif
Dokter itu seorang expert yang mau menjadi tempat kita berkeluh kesah selama kehamilan (suami juga bisa sih, tapi kan nggak menyelesaikan masalah) jadi kita perlu banget banget banget mencari yang komunikatif. Penjelasannya mudah dipahami, jelas, dan tidak berbelit. Beberapa teman ada yang mendapati dokter yang suka menjawab ala kadarnya "wajar itu, namanya juga ibu hamil. Nikmati sajalah" nyebelin nggak sih kalau kayak gitu. Dalam kata lain, pilih dokter yang memberi rasa nyaman terhadap pasien, memberi rasa dihargai (waduh berat bahasanya), menguatkan pasiennya. Nilai plus lagi bagi dokter yang berkenan untuk dapat dihubungi setiap kita membutuhkan.
via tenor

  • Tempat Praktek dan Jadwal Praktek
Beberapa teman saya, ada yang tinggal di pinggiran Jakarta tetapi dokter yang dipilih dokter di Jakarta dengan alasan menyesuaikan dengan jadwal dokter pilihan dan dekat dengan tempat kerja. Tidak ada yang salah dengan hal tersebut, yang harus dipastikan adalah tempat kita konsultasi tidak merepotkan kita sendiri. Tempat praktek sendiri berkaitan dengan kemudahan akses pada saat kita akan lahiran nanti, kayaknya nggak lucu kalau kita udah mules - mules harus menempuh perjalanan jauh. Sesuaikan juga dengan jadwal praktek dengan kegiatan sehari - hari biar nggak grubag grubug. Kemudian apakah tempat prakteknya menyediakan fasilitas yang memadai apabila terjadi komplikasi kehamilan. Kemudian apakah peralatannya lengkap, modern dan steril ?

Yapp thats all ... barangkali ya buibu masih ada tambahan tips buat memilih dokter kandungan, silakan tambahkan di komen ya !

Komentar

  1. Walaupun saya belum menikah, ini ilmunya sangat bermanfaat untuk saya kelaak. Thanks mom, hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haloo ! Makasi sudah berkunjung ! Betul mempersiapkan kehamilan jauh hari itu bermanfaat banget biar nggak gagap pas udah hamil. Semoga bermanfaat ya !

      Hapus
  2. Kalo aku milih dokter yang ganteng *eehh
    Tapi teuteup klo pasang IUD kudu perempuan wekekeke

    BalasHapus
    Balasan
    1. wkwkwk nggak takut kontrol sambil deg degan dipandangi sama dokternya mom ?

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengalaman Membayar Pajak Pakai Aplikasi Signal Polri

 Haaloooooooooooooooo! Ternyata sudah lama juga nggak berbagi di blog. Rindu rasanya melihat insight naik. Baru - baru ini aku abis bayar pajak kendaraan lewat aplikasi SignalPolri. Daaan surprisingly cuepeeet buanget nggak pake ribet, nggak pake antri. Padahal ya motorku ini Plat Jawa Tengah, sedangkan sekarang aku domisili di Jawa Barat. Terus kerennya lagi aku nggak perlu pulang kampung buat bayar pajak ! Wow Kok bisa? 

5 Perlengkapan Pumping di Kantor

Halo semua, setelah beristirahat lumayan lama akhirnya aku balik lagi dengan menyandang predikat baru. Sekarang sudah sah jadi “ibu menyusui” (uwuuuw). Mon maap anaknya heboh. Sebenernya sudah ngantor dari beberapa bulan lalu, tapi baru sempet nulis lagi. Ditengah pendemi, jadi ada waktu luang buat nulis nulis blog lagi.  Rempong ! Satu kata yang bener bener menggambarkan aku saat ini. Ke kantor menggunakan transportasi umum dengan membawa seperangkat alat pumping dan laptop rasanya.. beuh biasa aja sih. Banyak juga yang begini. Hahaha . Lalu apa saja sih yang saya bawa didalam tas asip saya ? 

Pengalaman Kontrol Kehamilan di RS Hermina Depok

Via Google Halo semua ! Setelah lama terdraft sekarang saya mau bercerita tentang pengalaman saya selama cek kehamilan di RS Hermina. Sebelumnya saya cekkehamilan di RS HGA di Depok dengan pertimbangan lebih dekat dari rumah, tetapi karena merasa kurang nyaman maka saya memutuskan untuk pindah ke RS Hermina. Selama hamil saya rasa perlu banget untuk mencari dokter dan rumah sakit yang nyaman (dengan harga yang sesuai dengan kantong tentunya).